Selasa, 26 Desember 2017

Materi Qurban

  
https://www.youtube.com/watch?v=HG9GyTUTUow 


 

A.        Pengertian Qurban

 



1.     Qurban secara Bahasa
         Dalam bahasa Arab berarti “Dekat”

2.    Qurban secara Istilah
         Dalam pengertian syar’i Qurban berarti menyembelih hewan qurban yang telah memenuhi syarat tertentu pada hari raya Idul Adha ( tanggal 10-13 Dzulhijjah) dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

B.   Sejarah Diisyariatkan Berqurban
                                                                       
          Qurban diisyari’atkan kepada umat islam berawal dari kisah Nabi Ibrahim beserta putranya Nabi Ismail.
           Yang tertulis dalam Surat Ash-Shafat 102-107  yang berbunyi :
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
 102.   Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama ibrahim, ibrahim berkata: "hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ 
103.    Tatkala keduanya telah berserah diri dan ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ
 104.   Dan kami panggillah dia: "hai ibrahim”,
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
 105.   Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ
106.   Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
 107.  Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

C.  Hukum Berkurban

1.    Sunnah Muakad bagi seluruh umat Islam
         Artinya, apabila orang yang telah mampu berqurban maka dianjurkan untuk   melaksanakan Qurban karena dalam hadits Rasulullah :
Artinya : “Aku diperintahkan berkurban, dan berqurban itu sunnah bagimu”
          Dan Allah SWT  juga memerintahkan umat islam untuk berqurban dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3 yang berbunyi :
2.    Sunnah kifayah bagi 1 keluarga.
          Artinya apabila salah seorang diantara keluarga telah berkurban , maka cukup untuk seluruh anggota keluarganya.
                                                                                    

D.  Waktu penyembelihan hewan Qurban

          Waktu penyembelihan hewan qurban yaitu ketika terbit matahari setelah sholat hari raya Idul Adha  (tanggal 10 Dzulhijjah) sampai terbenamnya matahari (tanggal 13 Dzulhijjah) .

 



E.   Hewan Qurban
                                                                        
1.   Hewan yang dapat dijadikan sebagai hewan qurban:
a.    Kambing à 1 orang
b.    Domba à 1 orang
c.    Unta à 7 orang
d.    Sapi/lembu à 7 orang
2.  Syarat hewan yang dapat dijadikan sebagai hewan Qurban:
 

a.    Sehat / tidak sakit
b.    Tidak cacat
c.    Milik sendiri
d.    Sudah powel (sudah berganti gigi)
e.    Cukup umur
1)   Domba: berumur 1-2 tahun
2)  Kambing: berumur 2-3 tahun
3)  Unta : berumur 5-6 tahun
4)  Sapi / lembu : berumur 2-3 tahun

3.  Hewan yang tidak dapat dijadikan sebagai hewan qurban :
(Sapi belum berumur 2 tahun)
a.    Binatang yang matanya rusak sebelah
b.    Binatang yang pincang
c.    Binatang yang sakit
d.    Binatang yang kurus
e.    Binatang yang belum cukup umur
f.     Binatang yang tidak ada tanduknya
g.    Binatang yang putus telinga dan ekornya.

F.   Orang yang Berqurban

          Sunah yang  dapat dilakukan orang yang berqurban:
  1. Menyembelih sendiri hewan qurbannya dan jika ia mewakilkan menyembelihnya, maka disunnatkan ia hadir ketika menyembelihnya
  2. Tidak memotong kuku dan rambut sampai hewan yang diqurbankan itu disembelih
  3. Memegang hewan qurbannya sebelum disembelih.
  4. Mendapat 1/3 daging dan disedekahkan 2/3  daging hewan yang di qurbankannya. Lebih utama disedekahkan seluruh qurbannya.


G.  Tata cara penyembelihan daging Qurban

1.   Meletakkan hewan qurban dengan mengatur posisi hewan dan orang yang menyembelih menghadap kiblat. Sehingga :
Posisi kepala hewan, disebelah               Selatan
Posisi ekor hewan, disebelah                Utara
Posisi kaki hewan, disebelah                 Barat

2.  Membaca niat (doa)
3.  Menyembelih hewan qurban pada bagian leher bagian atas (tidak terlalu ke pangkal) sehingga 3 bagian tenggorokan yaitu jalan napas, jalan makanan, pembuluh darah samping kanan dan kiri atau jalan darah terputus dengan menggunakan pisau yang lebar dan tajam.


H. Orang yang menerima daging Qurban
         Orang yang berhak mendapatkan daging qurban adalah semua orang islam baik kaya atau miskin.Tetapi lebih utama di berikan kepada fakir miskin

I. Hikmah Berqurban

1. Bagi orang yang berqurban:
a.    Menambah kecintaan, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
b.    Sebagai wujud syukur kepada Allah atas segala limpahan karunia-Nya
c.    Sebagai ibadah sosial dengan menyantuni kaum yang lemah.
2. Bagi orang yang menerima daging qurban:
a.    Menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
b.    Menambah rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT
3. Bagi kepentingan umum:
a.    Memperkokoh tali persaudaraan
b.    Menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran beragama

ü  Rangkuman :
1.   Qurban adalah menyembelih hewan qurban yang telah memenuhi syarat tertentu pada hari raya Idul Adha ( tanggal 10-13 Dzulhijjah) dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2.  Qurban diisyari’atkan kepada umat islam berawal dari kisah Nabi Ibrahim beserta putranya Nabi Ismail (Surat Ash-Shafat 102-107)
3.  Hukum berkurban
a.  Sunnah Muakad bagi seluruh umat Islam
b.  Sunnah kifayah bagi 1 keluarga
4.    Waktu penyembelihan hewan qurban yaitu ketika terbit matahari setelah sholat hari raya Idul Adha  (tanggal 10 Dzulhijjah) sampai terbenamnya matahari (tanggal 13 Dzulhijjah) .
5.    Hewan Qurban
a.  Hewan yang dapat dijadikan sebagai hewan qurban:
        Kambingà 1 orang , Domba à 1 orang , Unta à 7 orang , dan Sapi/Lembu à 7 orang
b.  Syarat hewan yang dapat dijadikan sebagai hewan qurban:
      Sehat / tidak sakit, tidak cacat, milik sendiri , sudah powel (sudah berganti gigi), dan cukup umur
6.    Sunah yang  dapat dilakukan orang yang berqurban:
a.    Menyembelih sendiri hewan qurbannya dan jika ia mewakilkan menyembelihnya, maka disunnatkan ia hadir ketika menyembelihnya
b.    Tidak memotong kuku dan rambut.
c.    Memegang hewan qurbannya sebelum disembelih.
d.    Mendapat 1/3 daging dan disedekahkan 2/3  daging hewan yang di qurbankannya. Lebih utama disedekahkan seluruh qurbannya.
7.    Tata cara penyembelihan daging qurban
a.  Meletakkan hewan qurban dengan mengatur posisi hewan dan orang yang menyembelih menghadap kiblat.
b.    Membaca niat (doa)
c.     Menyembelih hewan qurban pada bagian leher bagian atas (tidak terlalu ke pangkal)
8.    Orang yang berhak mendapatkan daging qurban adalah semua orang, tetapi lebih utama di berikan kepada fakir miskin
9.    Hikmah berkurban:
a.   Bagi orang yang berqurban:
1)    Menambah kecintaan, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2)   Sebagai wujud syukur kepada Allah atas segala limpahan karunia-Nya
3)   Sebagai ibadah sosial dengan menyantuni kaum yang lemah.
b.   Bagi orang yang menerima daging qurban:
1)    Menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2)   Menambah rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT
c.    Bagi kepentingan umum
1)    Memperkokoh tali persaudaraan
2)   Menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran beragama


Tidak ada komentar:

Posting Komentar